“ Akhlaqul Banin “ ADAB/ TATA KRAMA



“ KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ALLAH SWT “
  1. Wahai anak yang sopan: Sungguh Allah telah menganugerahkan nikmat yang banyak untukmu: Allah mengadakanmu setelah tiada, memberimu akal, dan menghadiahkan untukmu agama Islam, yang merupakan nikmat paling besar, memberikan nikmat pendengaran, penglihatan, lisan untukmu, kedua tangan, kedua kaki, dan menciptakan penglihatan yang jelas, dengan sebaik-baik ciptaan. Sebagaimana firman Allah SWT:
(“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan penciptaan yang sebaik-baiknya”). Dan memberimu kesehatan walafiat, meletakkan kasih sayang di hati kedua orang tuamu, sampai keduanya mendidikmu dengan pendidikan yang sempurna dan menekankan rasa cinta terhadap guru-gurumu, sampai dia mengajarkan apa-apa yang bermanfaat bagi agama dan duniamu, dan masih banyak lagi nikmat-nikmat Allah SWT yang tidak dapat dihitung: (“Jika kamu menghitung nikmat Allah maka kamu tidak dapat menghitungnya”).
  1. Maka diharuskan untukmu bersyukur atas nikmat Tuhanmu: dengan mentaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, mengagungkan-Nya di hatimu, tidak melakukan perbuatan yang buruk, walaupun dalam keadaan sendirian, sebagaimana dalam hadis : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada”. Dan cintailah Tuhanmu melebihi cinta terhadap kedua orang tuamu, dirimu, dan cintailah juga Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Nabi-nabi-Nya, dan orang-orang sholeh dari pada hamba-hamba-Nya, dikarenakan Allah SWT mencintai mereka.
  2. Dan diwajibkan atasmu juga: memohon kepada Allah dalam setiap kebutuhanmu, wajib pula untukmu bertawakal kepada Allah dalam setiap perkara-perkaramu, sebagaimana firman Allah SWT: (“Hanya kepada Allah aku bertawakal jika kamu seorang mu’min”). Dan sebagaimana  dalam hadis Ibnu Abbas Ra : Bahwa Nabi Saw berkata kepadaku: wahai anak kecil: Sesungguhnya aku mengajarimu kalimat : Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka kamu akan mendapati-Nya sebagaimana Dia mendapatimu, jika kamu bertanya maka bertanyalah kepada Allah, dan jika kamu memohon maka mohonlah kepada Allah, ketahuilah jika satu umat bersatu untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagimu maka tidak akan bermanfaat sesuatu itu kecuali telah Allah tetapkan untukmu dan jika satu umat bersatu untuk membuat sesuatu yang membahayakanmu maka tidak akan berbahaya sesuatu itu kecuali telah Allah tetapkan untukmu. Telah terangkatnya pulpen dan telah keringnya lembaran.
  3. Jika kamu bersyukur kepada Tuhanmu maka bertambahlah untukmu nikmat-Nya, sebagaimana firman Allah dalam kitab-Nya yang mulia: (“Jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah untukmu”). Allah akan menjagamu dari musibah, mengabulkan harapan dan keinginanmu dan menjadikan makhluk yang lainnya mencintaimu pula:
(“Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal sholeh, Allah akan tanamkan rasa cinta dari makhluk yang lain”). Allah mencintai mereka dan menanamkan rasa cinta kepada manusia. Sebagaimana dalam hadis: (“Sesungguhnya Allah Maha melimpah keberkahan: Apabila Allah mencintai seseorang hamba maka Allah akan berseru keapada malaikat Jibril: Sesungguhnya Allah telah mencintai fulan maka cintailah dia, kemudian Jibril berseru di langit: Sesungguhnya Allah telah mencintai fulan maka cintailah dia, maka dia akan dicintai penduduk langit, jika orang ini berdoa maka akan dikabulkan”).
“ KEWAJIBAN ANAK TERHADAP NABINYA “
  1. Ketahuilah sesungguhnya Nabi memiliki hak yang besar atasmu, dan haknya Nabi adalah yang terbesar setelah Allah dan beradab kepada Nabi sangat ditekankan dan sangat wajib, Beliaulah yang membawa agama islam dengan perantaranya kamu mengetahui Tuhanmu, kamu dapat membedakan yang halal dan haram, dan sungguh kamu tidak mampu membalas selamanya, maka diwajibkan atasmu mencintainya dengan cinta yang tulus. Sebagaimana dalam hadis: (“ Tidaklah beriman seseorang diantara kalian, sampai saya (Nabi) lebih dicintai dibandingkan kecintaan kepada anaknya, ayahnya dan manusia yang lain”).
  2. Dan sungguh sebagai tanda cinta terhadap Tuhanmu adalah dengan mencintai Nabinya dan mengikuti perjalanan hidupnya, sebagaimana firman Allah SWT: (“ Katakanlah Jika kalian mencintai Allah maka  ikutilah Aku, pasti Allah akan mencintai kalian” ). Cintai juga keluarga beliau, dan sahabat-sahabat, serta seluruh umatnya, sebagaimana dalam hadis: (“ Cintailah Allah yang telah menganugerahkan nikmatnya yang besar kepada kalian, dan cintailah aku karena kecintaan kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan kepadaku ”). Dan dalam hadis yang lain: (“ Jagalah aku dengan sahabatku, dan jangan jadikan mereka sasaran diskriminasi  setelah diriku, barang siapa yang mencintaiku maka aku akan mencintainya, dan barang siapa yang membenciku maka aku akan membencinya ”). Dan dalam hadis yang lainnya: (“ Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sampai dia mencintai dirinya sendiri “).
  3. Dan taatilah Nabi kalian dalam setiap perkara, seperti firman Allah: (“ Siapa yang taat kepada Rasul maka taat kepada Allah ”) (“ Dan apa-apa yang diperintahkan Nabi ambilah atau ikutilah dan apa-apa yang dilarang Nabi maka tinggalkanlah “). Dan dari bentuk ketaatan itu adalah kamu menolong agamanya dengan ucapan dan perbuatan , membela syariatnya dengan segenap kemampuan dan hendaknya bersholawat atasnya sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam firman-Nya: (“ Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bersholawat atas Nabi. Wahai orang yang beriman bersholawatlah atasnya “). Dan khususnya bersholawat pada malam jum’at dan hari jum’at nya, sebagaimana dalam hadis: (“ Perbanyaklah kalian sholawat kepadaku setiap malam jum’at dan pada hari jum’at nya, barang siapa yang melakukannya aku akan menjadi saksi untuknya dan memberikan syafaat di hari kiamat “).

“ SEKELUMIT DARI AKHLAK NABI “
  1. Nabi adalah orang yang paling baik akhlaknya, Tuhannya telah memujinya dengan firmanNya: (“ Sesungguhnya engkau benar-benar agung “). Dan Allah telah menjadikannya panutan untuk kaum muslimin dalam perkataan dan perbuatan, sebagaimana firman Allah SWT: (“ Sesungguhnya pada diri Rasul terdapat suri tauladan yang baik untuk kalian “), Allah telah mengutus Rasul untuk menyempurnakan adab, dan akhlak. Dan dalam hadis: (“ Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak “).
  2. Dan sesungguhnya diantara akhlak nabi adalah: menjaga kesucian diri dan menerima apa adanya: beliau puas terhadap pakaian dan makanan yang ada atau tersedia, dan tidak menanyakan yang tidak ada, beliau tidak pernah sama sekali mencela makanan yang tidak disuka tetapi apabila beliau suka makanannya maka beliau akan memakannya, dan apabila beliau tidak suka makanannya maka beliau tidak memakannya, beliau tidak berusaha menanamkan kebencian kepada orang lain, beliau tidak meminta sesuatu apapun dari seseorang, tidak memanjangkan matanya apa yang ada pada orang lain (tidak celamitan),  beliau sangat penyantun dan tidak emosional atau tidak pemarah, beliau sangat sabar menghadapi bala ujian dan cobaan, beliau memaafkan terhadap orang yang berbuat jahat kepadanya, tawadu atau rendah hati kepada anak kecil maupun dewasa, dan diantara bentuk rendah hati beliau adalah: Apabila beliau melewati anak-anak, beliau memberikan salam kepadanya, apabila seseorang memanggilnya, beliau menjawabnya dengan ucapan “labbaik” (saya menyambutmu), beliau tidak suka apabila seseorang bangkit dari majelisnya karena beliau datang, beliau menjahit pakaiannya, mengesol sendalnya, menyapu rumahnya, melayani keluarganya, apabila membeli sesuatu, beliau membawanya sendiri, temannya berkata kepada Nabi: “berikanlah kepada saya, saya yang akan membawakannya” dan Nabi berkata: “pemilik sesuatu lebih berhak untuk membawanya”.
  3. Dan diantara akhlak beliau juga: Beliau adalah orang yang berani, selalu berada di depan, beliau yang selalu terdepan di medan perang, dekat dengan musuh, beliau sangat teguh dalam prinsip, sabar dalam menunaikan kewajiban, meskipun menghadapi tantangan yang berat, gangguan yang besar, berkata jujur, dan amanah dalam seluruh perkataan dan perbuatannya, sehingga beliau terkenal diantara kaumnya dengan gelar “Muhammad al-amin” (Muhammad yang dapat dipercaya).
  4. Beliau sangat takut kepada Allah SWT, sangat pemalu, beliau besar kasih sayang, sangat pengasih dan penyayang, beliau tidak pernah menyakiti manusia dan hewan, beliau menyayangi orang fakir dan miskin, banyak bersedekah, beliau selalu memenuhi undangan mereka apabila diundang, beliau makan bersama mereka, beliau mengunjungi orang-orang yang sakit diantara mereka, beliau adalah manusia paling mulia, tidak pernah menolak apabila seseorang meminta kepadanya, pada suatu hari seseorang datang kepada Nabi untuk meminta sesuatu namun beliau tidak mempunyai sesuatu untuk diberi, akan tetapi beliau menjanjikan akan memberikan di waktu yang lain. Pada suatu hari seseorang datang kepada Nabi dan meminta sesuatu lalu Nabi memberinya kambing, yang mana sampai memenuhi dua bukit, dan seseorang itu kembali kepada kaumnya. Dan berkata,: “masuk islamlah, sesungguhnya Nabi Muhammad kalau memberikan  pemberian, beliau seperti orang yang tidak takut miskin”.
  5. Nabi menyanyangi pembantunya : Nabi tidak pernah membentak pembantunya, Nabi memerintahkan untuk memaafkan pembantu apabila pembantu melakukan kesalahan. beliau mencintai anak-anak kecil dan mengucapkan salam kepadanya, apabila waktu beliau sholat dan mendengar anak kecil sedang mengangis beliau meringankan atau mempersingkat bacaan sholatnya. Pada suatu hari masuklah sayyidina Hasan beliau masih kecil, Nabi Saw sedang sholat lalu imam Hasan menaiki punggung nabi, dan nabi sedang bersujud, nabi melamakan sujudnya, karena sayang kepadanya sampai turun dari punggung nabi. Anas bin Malik ra saudara Nabi dikatakan untuknya: “Abu Umair, kamu mempunyai burung kecil yang patuknya berwarna merah, dia senang bermain dengan burungnya, pada suatu hari burungnya mati dan Nabi Muhammad datang mengucapkan salam, anak kecil itu sedang bersedih, Nabi bertanya: “kenapa anakmu?” dia berkata: “burungnya mati ya Rasulullah”, Nabi berkata: “wahai Abu Umair apa yang terjadi terhadap burungmu itu?” Nabi berbela sungkawa kepada Abu Umair terhadap apa yang menimpa burungnya.
Previous
Next Post »